KUBAH HIJAU SEBUAH PENGHORMATAN, BUKAN DIADA-ADAKAN
Mochamad Faisal Rozak
Menjadi kebanggaan bagi setiap orang Islam karena mempunyai tempat yang istimewa, juga menjadi bukti dalam sejarah Islam bahwa dulu ada seorang panutan terbaik bagi manusia dalam segala aspek kehidupan, menjadi makhluk yang terbaik dan sempurna. Yaitu junjungan besar Baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam.
Seiring begulirnya waktu, munculah orang-orang yang tidak suka dengan kehadiran kubah hijau tersebut, bahkan berusaha untuk menghancurkannya, dengan berlandaskan sesuatu yang tidak ada dasarnya. Mereka mengatakan bahwa kubah hijau itu adalah buatan dari penguasa Mesir, dan itu semua tidak ada contohnya dari Baginda Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam dan menyia-nyiakan harta.
Al-Amir Ashon’ani berkata:
هَذَا قَبْرُ الَّرسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمْ قَدْ عُمِرَتْ عَلَيْهِ قُبَّةٌ عَظِيْمَةٌ أَنْفَقَتْ فِيْهَا الْأَ مْوَالُ. هَذَا جَهْلٌ عَظِيْمٌ بِحَقِيْقَةِ اْلحَالِ فَإِنَّ اْلقُبَّةَ مِنْ أَبْنِيَةِ بَعْضِ مُلُوْكِ مِصْرَ المُتَأَخِّرِيْنَ
Artinya: Ini adalah kubur Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, sungguh telah dibangun kubah yang agung di atasnya, yang membutuhkan banyak biaya. Ini adalah kebodohan yang besar. Sesungguhnya kubah termasuk bangunan-bangunan sebagian penguasa Mesir zaman akhir.
Munculnya pendapat ini, maka Syeikh Mamduh menjawab: Sungguh tuduhan ini tidak berfaidah sama sekali. Dan dalam hal ini ,ada beberapa perenungan:
- Setelah Baginda Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam wafat, maka beliau dimakamkan di tempat di mana beliau wafat, sebagaimana hadits Nabi:
تُدْفَنُ الْأَجْسَادٌ حَيْثُ تُقْبَضٌ الْأَرْوَاحٌ
Artinya: Jasad-jasad para Nabi dikuburkan di mana nyawanya dicabut”
Sedangkan tempat di mana Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam dikuburkan yaitu di kamarnya Sayidah Aisyah yang beratap. Hal ini menunjukan bahwa kubur Nabi memang sudah dalam keadaan tertutup atap.
- Kubah hijau yang dibangun di atas atap tersebut, dan setiap kubah sudah pasti atap. Karena fungsi dan letaknya yang sama, juga sampai saat ini tidak ada nash yang melarang seseorang membangun kubah di atas atap, maka hal ini tentu saja tidak ada masalah. Sebagaiman ijma’nya umat Islam.
Baginda Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَجْتَمِعُ أُمَّتِي عَلَى ضَلَا لَةٍ
“Umatku tidak akan sepakat dalam perkara yang menyesatkan.”
- Mulainya pembangunan kubah hijau bukan pada zaman mutaakhirin, akan tetapi sudah dimulai sejak zaman kholifah Marwan bersama dengan masuknya kubur Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam ke masjid Nabawi. Lalu disempurnakan oleh salah seorang penguasa Mesir.
Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwasannya kubah hijau bukanlah perkara baru yang diada-adakan. Akantetapi sebagai wujud rasa hormat para penguasa, ulama’ dan ummat Islam kepada Baginda Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam .


