0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Bayan Subuh Dan Mudzakaroh Jord Ulama Bersama Masyaikh Nidzomuddin

Beberapa Poin Bayan Subuh dan Mudzakaroh Jord Ulama Bersama Masyaikh Nidzomuddin, Sabtu 9 Mei, Masjid Trangkil Darussalam

1. Baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan untuk tidak memisah kedekatan antara ulama dan orang awam.

2. Baginda Nabi mengajar di masjid Nabawi, bukan hanya belajar ilmu. Tapi mereka juga berjuang. Salah satu yang paling alim ialah Sayyidina Muadz ibn Jabal yang lalu Nabi kirim beliau berdakwah ke Yaman.

3. Untuk bayan, memimpin sholat jenazah, dan amal-amal lainnya, itu adalah haknya ulama. Maka kita usahakan dari sejak masa-masa mereka belajar, kita bentuk rasa tanggung jawab atas agama untuk menyebarkan agama ke seluruh dunia. Maka yang mengusahakan untuk mewujudkan ulama-ulama seperti ini, betapa besar pahalanya.

4. Santri di Madrasah kalau dibawa ke dalam usaha dakwah ini, maka mereka akan membawa pergerakan dakwah ke seluruh dunia.

5. Maulana In’amul Hasan dulu fokus mengajarkan dakwah pada dua orang di Madrasah Kasyiful Ulum, pada Zubair dan Saad, yang di kemudian hari beliau menjadi Maulana Zubair dan Maulana Saad yang hari ini memegang tanggung jawab dakwah di seluruh dunia ini.

6. Kalau hari ini kita bawa santri-santri kita dalam usaha agama, fikir-fikir dakwah, maka bisa saja mereka kelak lebih semangat dalam menyambut takazah-takazah (tawaran) dakwah agama.

7. Di madrasah kita ini terdapat mutiara, intan, yang bisa menghidupkan dakwah di seluruh alam. Kalau kita fokus dulu sebentar, maka setelah tasykil 1 tahun (dakwah satu tahun), nanti diharapkan bisa untuk menghidupkan dakwah di seluruh alam.

8. Bila alim ulama bergerak dakwah, maka seluruh alam akan ikut bergerak.

9. Dahulu ada seorang sahabat bernama Thufail bin Amr ad-Dausi, setelah Beliau masuk islam, lantas kembali ke kaumnya dan berdakwah di sana selama 7 tahun. Selama masa itu, beliau mendapat tasykilan 82 keluarga, termasuk di antarannya Roisul Muhadditsin, Sayyidina Abu Huroiroh. Maka hadits yang dibaca sampai hari kiamat, pahalanya akan mengalir kepada Sayyidina Abu Huroiroh. Dan kelak pada hari kiamat para ulama hadits akan berkumpul di bawah bendera Sayyidina Abu Huroiroh. Tetapi, beliau bisa menjadi seperti ini karena asbab dari dakwahnya Sayyidina Thufail ibn Amr ad-Dausi yang telah mengeluarkan beliau dari kegelapan menuju cahaya. Maka kelak beliau (Sayyidina Abu Huroiroh) akan berdiri di belakang Sayyidina Thufail ibn Amr.

10. Kita luruskan niat, bagaimana anak-anak kita diniatkan untuk khidmat agama, berkorban untuk agama. Bukan untuk mengumpulkan harta-harta dunia. Ada seorang sahabiyah yang anaknya wafat di medan pertempuran, tubuhnya dipotong-potong, maka justru ia bahagia,  “Untuk inilah aku melahirkan dia”.

Share this