Bayan Maghrib Mudzakaroh Ulama Bersama Masyaikh Nidzomuddin
Beberapa Poin Bayan Maghrib Mudzakaroh Ulama bersama Masyaikh Nidzomuddin, Malam Sabtu 8 Mei 2026, Masjid Trangkil Darussalam
-Apa yang dibuat santri pada hari liburnya, maka itulah yang kelak akan dilakukannya setelah selesai dari pondoknya.
-Kalau hari liburnya digunakan untuk keluar di jalan Alloh, maka selepas selesai mondok akan digunakan untuk gerak di jalan Alloh.
-Banyak dari masyaikh kita, mengharapkan agar selain santri-santri belajar agama tapi juga belajar dakwah.
-Karghuzari (laporan kerja) bukan untuk dibangga-banggakan, juga ketika masih kurang bukan untuk direndahkan, tapi untuk dilihat apakah kerja sudah dibuat atau belum.
-Sayyidina Umar ketika mengutus sebuah rombongan jamaah, maka selepas memberi bayan hidayah, beliau bertanya pada jamaah sahabat, “apakah tugasku sudah selesai?” Para sahabat menjawab, “sudah.” Kata beliau (Sayyidina Umar), “belum, sampai aku mengambil karghuzari (laporan) dari kalian.”
-Karghuzari bukan amalan biasa, remeh, tapi ini adalah amalan penting, besar.
-Di tempat kami (India), untuk mewujudkan dakwah ini, maka dibentuk jamaah antara ulama dan para penanggung jawab, mulai dari tingkat nasional sampai tingkat kecamatan.
-Di India, setiap pekan dikeluarkan jamaah-jamaah santri selama 24 jam. Ada sekitar lima puluh ribu santri tiap pekan dikeluarkan, silaturrahim ke kampung-kampung, ke masjid-masjid, mengajarkan ilmu, membuat taklim masail. Dan alhamdulillah, dengan ini banyak yang terhindar dari kemurtadan.
-Penting untuk setiap masjid untuk membuat maktab-maktab, sehingga tidak ada anak-anak orang islam yang tidak terkoneksi dengan ilmu agama. Ini merupakan tanggung jawab jamaah masjid. Kemudian ketika anak sudah cukup besar maka lanjut dimasukkan ke madrasah-madrasah


