UNIVERSITAS LIBERAL DI BARAT, BELAJAR AGAMA DARI ORANG JUNUB
Hanif Al-Boestomi
Belajar agama tidak sama hal nya dengan belajar matematika, fisika, kimia dan sebagainya. Belajar ilmu agama haruslah kepada orang-orang yang memiliki keahlian dalam ilmunya, memiliki ketaqwaan kepada Allah, dan memiliki sanad alias silsilah keilmuan yang sambung sampai ke Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana perkataan Ibnul Mubarak, :
إِنَّ الْإِسْنَادَ مِنَ الدِّيْنِ, وَلَوْلَا الْإِسْنَاد لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ
“Isnad temasuk bagian agama, kalau bukan karena isnad maka setiap orang yang mau akan mengatakan apa saja semaunya.”
Universitas Liberal di Barat
Berbagai serangan diluncurkan kepada umat islam dari berbagai kalangan dengan berbagai cara, baik serangan dari luar maupun serangan dari dalam. Termasuk cara yang dilakukan kaum kaum materialis, orientalis, yahudi, nasrani, dan sebagainya untuk menghancurkan islam dari dalam, adalah dengan membuat universitas-universitas liberalisme.
Pada universitas-universitas besar terkenal di Barat, mereka menyusupkan jurusan ilmu pengetahuan liberal dalam study mereka. Dengan berbagai publikasi mereka yang membesar-besarkan keunggulan mereka dan iming-iming seperti beasiswa berupa biaya kuliah, asrama, fasilitas yang semuanya gratis, ditambah uang saku bulanan yang menggiurkan. Banyak orang-orang yang dilihat berpotensi, tergiur dengan iming-iming mereka untuk belajar islam di negeri barat.
Tujuan mereka adalah menyusupkan pemikiran barat kedalam islam, yang mengarah pada perekonomian, politik, dan budaya. Mereka ingin mencuci otak-otak orang islam dengan pemikiran-pemikiran materialisme (pemikiran bahwa segala sesuatu terjadi begitu saja bukan diatur oleh Tuhan), orientalisme (pemikiran ala barat, yang bertujuan mengunggulkan budaya barat dari budaya lainnya).
Guru-gurunya pun bukanlah orang-orang islam, melainkan orang-orang junub yang tak tahu cara mandi besar. Sedangkan dosen-dosen yang mengajar di mata kuliah Yudaisme (bidang studi agama Yahudi), semuanya 100% orang yahudi. Mereka tidak membiarkan orang non yahudi untuk mengajar mata kuliah yang berkaitan dengan agama mereka. Namun justru generasi muda islam, malah bangga belajar islam dari orang-orang non muslim.
Namun sebelumnya perlu kita ketahui, dalam lingkup perkuliahan dikenal istilah “pendidikan seni liberal” atau “liberal arts education”. Pendidikan seni liberal bukan berarti fakultas yang mempelajari liberalisme, akan tetapi maksudnya adalah kurikulum pendidikan / program sarjana empat tahun dengan kebebasan siswa dalam memilih bidang studi atau jurusan sesuai yang diinginkan, seperti sejarah, seni, ilmu fisika, ataupun kimia.
Berikut beberapa universitas di barat yang memiliki fakultas liberalisme
- Mcgill’ University, Institute of Islamic Studies, Kanada
Mcgill adalah universitas yang menjadi cikal penyebaran liberal di Indonesia. Universitas yang berada di kota Montreal Kanada ini sudah berdiri sejak 1821. Dan mulai membuka institute of islamic studies pada tahun 1952. Memiliki 12 fakultas, yang salah satunya adalah Faculty of Religious Studies, yang isinya adalah memasukan paham liberal kepada islam.
1952, pertama kalinya Indonesia mengirim mahasiswa untuk belajar islam dinegeri barat. Dikirim 3 mahasiswa, yaitu Harun Nasution, Mukti Ali, dan Rasyidi untuk belajar di Mcgill University. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dan Kanada. Tahun 1970-an, Indonesia kembali mengirimkan 17 mahasiswa untuk belajar islam disana.
Kerjasama antara Mcgill dengan Kampus di Indonesia
Mcgill membangun kerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dalam proyek bernama Indonesia Canada Islamic Higher Education (ICIHEP), yang berjalan selama dua fase.
Fase pertama (1989-1994), kerjasama berupa pemberian beasiswa untuk pengembangan kapasitas staff pengajar di 14 IAIN. Fase kedua (1994-1999), difokuskan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta melalui beasiswa, penelitian gabungan, pengiriman dosen tamu, dan sejumlah pelatihan. Dibawah proyek ICIHEP ini, lebih dari 90 dosen IAIN mendapat beasiswa menyelesaikan program master (S2) dan 11 dosen menyelesaikan program doktor (S3) di Mcgill University, Kanada.
Terakhir, Indonesia dan Kanada membangun proyek kerjasama IAIN Indonesia Social Equity Project (IISEP) pada tahun 2001-2006.
- Hamburg University, Jerman
Universitas terkemuka di Jerman, dan termasuk dalam 15 besar universitas terbaik di jerman, di antara 220 universitas terbaik didunia. Terletak di wilayah pusat Rotherbaum, kota Hamburg, Jerman. Didirikan 99 tahun yang lalu, tahun 1919 M, yang sebelumnya merupakan universitas modern pertama di Hamburg bernama Hamburgisches Kolonialinstitut yang dibuka pada tahun 1908.
Universitas Hamburg membuka institute asia-afrika, yang sudah berusia 100 tahun. Institut yang awalnya hanya ditujukan untuk para pedagang hamburg mempelajari bahasa dan budaya-budaya dinegeri-negeri tujuan, kini merubah ruang lingkupnya menjadi lebih luas. Institut asia-afrika mulai membuka Departemen studi dan Sejarah Timur Tengah, yang berisi 3 pokok pembahasan, yaitu Islamologi (bidang ilmu yang mempelajari tentang islam), Iranologi (bidang ilmu yang mempelajari tentang bahasa dan sastra persi), dan Turkologi (bidang ilmu yang mempelajari bahasa dan sastra turki).
Lembaga islamologi sebenarnya lebih mentitik kuatkan dalam studi Arkeologi (bidang ilmu yang mempelajari budaya masa lalu melalui benda-benda peninggalan) dan sejarah. Namun, dalam islamologi juga terdapat disiplin “Religionen Dialog und Buildung”, yang maksudnya adalah diskusi antar agama, antara Islam, Kristen, Yudaisme, Hindu, dan Budha. Yang bertujuan untuk meninggikan toleransi antar agama sehingga mengarah ke pluralisme (menyamakan semua agama).
Departemen Kementrian Agama Indonesia pun menjalin hubungan kerjasama dengan Hamburg University berupa beasiswa dan kerjasama lainnya.
- University of Chicago, Amerika Serikat
Universitas swasta yang berlokasi di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, mendapatkan peringkat universitas terbaik ke-23 di Amerika Serikat. Universitas ini didirikan pada tahun 1890, dan mengadakan kelas pertamanya tahun 1892.
Dari Universitas Chicago ini, lahir banyak tokoh liberal, termasuk Nurcholis Majid. Nurcholis Majid yang telah wafat ditahun 2005 lalu, menjalani studi doktoralnya (S3) di Universitas Chicago pada tahun 1978-1984. Setelah sebelumnya pesantren di gontor dan mengambil gelar sarjana di IAIN Jakarta.
Universitas Chicago menyediakan fakultas Studi Agama (Religious Studies). Dalam fakultas ini disediakan 6 jurusan, yaitu Islam, Yahudi, Budha, Kristen, Hindu, dan filsafat agama.
- Melbourne University, Australia
Universitas nomer satu di Australia dan memiliki peringkat tinggi di dunia. Universitas tertua kedua di Australia ini didirikan tahun 1853. Terletak di Parkville, utara kota Melbourne, Australia.
Di Melbourne University, Studi Islam termasuk dalam Faculty of Arts. Bidang studi yang dapat diambil, seperti Islam in the Modern World, Introduction to Islamic Spirituality, Ethical Traditions in Islam, Human Rights, Muslims and Islamic Law, Crisis Zone : Middle Eastern Politics, dan The Modern Middle East.
Namun sebagaimana yang lainnya, tujuan pembelajaran islam disini adalah untuk bentuk kritik terhadap ajaran dan budaya islam, mengunggulkan budaya barat, dan menjunjung toleransi antar agama yang bermaksud penyamarataan.
- University of Leiden, Belanda
Universitas tertua dibelanda yang didirikan pada tahun 1575, termasuk universitas termuka di dunia. Terletak di kota Leiden dan Den Haag, Belanda. Universitas ini menyediakan jenjang pendidikan magister (S2) untuk studi Islam.
Universitasi ini menyediakan program S2 bernama Middle Eastern Studies (Studi Timur Tengah), yang termasuk dalam fakultas humanity. Program S2 di universitas ini memungkinkan kita untuk fokus pada suatu daerah, seperti, dunia Arab, Afrika Utara, atau Turki, atau terfokus pada disiplin seperti sejarah, politik, agama, atau bahasa dan sastra. Terdapat 7 spesialis utama dalam program ini, yaitu Arabic Studies, Islamic Studies, Israel Studies, Modern Middle East Studies, Persian Studies, dan Turkish Studies.
Dalam program Islamic Studies, tidak lain isinya adalah teori, metode, dan pendekatan yang mengarah pada liberalisme.
Masih banyak lagi universitas-universitas barat yang mengajarkan islam liberal, seperti
- Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat
- Stanford University, California, Amerika Serikat
- University of California, Berkeley, California, Amerika Serika
- Sorbone University, Paris, Perancis
- Dll
Sampai sekarang, dikeluarkan ratusan mahasiswa dari indonesia per tahunnya, untuk belajar islam di universitas-universitas barat.


