No products in the cart.
Rp37.000
Sesungguhnya membaca dan mempelajari kisah-kisah para Nabi dan Rasul, juga orang-orang shalih merupakan hal yang sangat penting. Di dalamnya terdapat banyak hikmah, pelajaran, dan tauladan untuk para manusia guna membimbing serta mengarahkan kehidupan mereka di dunia yang fana ini.
Oleh karenanya, Al-Qur’an pun juga sangat mementingkan kisah-kisah para Nabi dan shalihin. Bahkan banyak ulama mengatakan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi kisah-kisah para Nabi adalah jauh lebih banyak daripada ayat yang berisi ahkam.
Tentu ini menunjukkan betapa Allah subhanahu wa ta’ala sangat menekankan agar bagaimana umat manusia tidak melupakan kisah dan sejarah perjuangan para Nabi dan Rasul.
Melihat hal itu, maka kami merasa perlu untuk menulis kisah-kisah para Nabi alaihimussalam, mulai dari nabi Adam sampai nabi Isa, dengan metode “info singkat” agar memudahkan dihapal dan diingat.
Dalam menulis buku sederhana ini, kebanyakan kami mengambil dari kitab Al-Bidayah wa al-Nihayah karya Imam Ibnu Katsir. Hal ini dikarenakan kejelian, sikap kritis, dan kehati-hatian beliau dalam mengutip kisah-kisah Israiliyat.
Sebab sebagaimana yang telah maklum, banyak kisah-kisah para Nabi yang bersumber dari ahlul Kitab -yang kemudian kita kenal dengan nama kisah-kisah Israiliyat- yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mulai dari kisah-kisah yang tidak beradab kepada para Nabi, tidak senonoh, berlebihan dalam memuji atau dalam menghina, dan lain sebagainya.
Dan perlu diingat bahwa karena kisah-kisah dalam buku ini juga hampir semuanya bersumber dari cerita-cerita Israiliyat, maka kalian boleh dipercaya, boleh juga tidak, alias tidak wajib dipercaya 100%. Sebab Baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam sendiri pun mengingatkan kita dengan sabdanya:
لا تُصَدِّقوا أهلَ الكِتابِ ولا تُكَذِّبوهم
Jangan benarkan Ahlu Kitab, dan jangan pula dustakan mereka
Memang sikap demikianlah yang terbaik. Tidak menolak secara keseluruhan (kecuali kisah yang dipastikan palsunya atau merusak kehormatan para Nabi, dan semacamnya), juga tidak mempercayainya secara membabi-buta.
Tentu saja mengecualikan data-data atau kisah-kisah yang disuguhkan oleh Al-Qur’an atau nash hadits shahih, maka wajib diimani, seperti contoh kisah Qabil membunuh Habil, kisah nabi Musa memukul lautan, kisah tenggelamnya Fir’aun, atau status kenabian Sulaiman, nabi Daud, kisah kelahiran nabi Isa yang tanpa ayah, dan semisalnya.
Lebih mudahnya, Imam Ibnu Katsir menulis dalam Al-Bidayah wa al-Nihayah (02/147) bahwa kisah Israiliyat yang disebutkan mufassirin dan ahli sejarah ada tiga macam:
Semoga buku sederhana ini menjadi buku yang bermanfaat dan diterima oleh Allah di akhirat kelak. Amiin.
PENULIS: MAS HASAN BIKI MUHAMMAD
TEBAL: 116 (SOFT COVER)
PENERBIT: MAKTABATUNA




