0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Stock Terbatas Kualitas Terjamin

METODE TAHFIDZ AL-MAHMUDI

Hafal Al-Qur’an adalah impian hampir setiap santri di dunia terlebih santri tahfidz yang menginginkan derajat khusus di akhirat nanti, seperti sabda Nabi Muhammad ﷺ:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنَ أَقْرَاْ وَارْتَقِ وَرَتِّلُ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلْ فِي الدُّنْيَا فَإِنْ منزلتك عِنْدَ آخِر آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا.

Artinya: “Akan dikatakan kepada ahli Al-Qur’an (pada hari kiamat) bacalah dan teruslah naik (di derajat-derajat surga), bacalah dengan tartil seperti kamu membacanya ketika di dunia. Sesungguhnya derajatmu di akhir ayat yang kamu baca”. (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).

Maksud ahli Al-Qur’an adalah hafizh Al-Qur’an. Mulla Ali Qari Rahmatullah ‘Alaih menjelaskan bahwa keutamaan itu hanya diberikan kepada hafizh Al-Qur’an, tidak termasuk orang yang membaca Al-Qur’an dengan melihat. Alasannya:

  • Karena lafazh hadits itu ‘shahibul qur’an’ ditunjukkan kepada ahli-ahli Al-Qur’an.
  • Sesuai dengan riwayat imam Ahmad Rahmatullah ‘Alaih yaitu حَتَّى يَقْرَأَ شَيْأً مَعَهُ.

Sehingga ia membaca beberapa ayat Qur’an yang ada bersamanya.

Kalimat ini cenderung ditunjukkan kepada hafizh Al-Qur’an meskipun ada kemungkinan orang yang banyak membaca Al-Qur’an dengan melihat juga dapat termasuk di dalamnya.

Dan diantara fadhilah yang menyemangati para santri-santri dan wali-wali santri adalah hadits Nabi Muhammad ﷺ tentang keutamaan khusus hafizh Al-Qur’an.

عَنْ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : لَوْ أَنَّ الْقُرْآنَ جُعِلَ فِي إِهَابٍ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ مَا احْتَرَقَ.

Dari Sayyidina Uqbah bin Amir r.a, ia berkata: Aku mendengar baginda Rasulullah  bersabda, “Seandainya Al-Qur’an di letakkan dalam kulit, lalu kulit itu dicampakkan kedalam api, niscaya dia tidak akan terbakar”.

Diantaranya lagi hadits Nabi ﷺ.

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَاسْتَظْهَرَهُ، فَأَحَلَّ حَلاَلَهُ، وَحَرَّمَ حَرَامَهُ أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهِ الجَنَّةَ وَشَفَّعَهُ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ.

Dari Sayyidina Ali  Baginda Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan menghafalnya dan menghalalkan apa yang dihalalkan serta mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga dan akan menerima syafaatnya untuk sepuluh orang keluarganya yang wajib masuk neraka”.

Setiap orang beriman pasti masuk surga, walaupun dengan berbagai macam ada yang tanpa hisab, ada yang mampir dulu di neraka karena dosa-dosanya. Namun hafizh Qur’an memiliki keutamaann masuk surga sejak pertama kali. Bahkan, seorang hafizh Al-Qur’an dapat memberi syafa’at kepada sepuluh orang keluarganya yang wajib masuk neraka.

Maka dari fadhulah inilah para penghafal Al-Qur’an mereka semangat berlomba-lomba untuk mendapatkan keistimewaan itu.

Didalam menghafal Al-Qur’an ini tidak bisa dihafal dengan sempurna kalau hanya sekedar dihafal tanpa teori, tahapan atau metode yang jelas, teratur dan musah yang mana ujung-ujungnya. Frustasi ditengah-tengah menghafal atau mungkin di awal kali menghafal atau mungkin belum sempat menghafal dengan alasan bingung gak tau caranya, mudah lupa, gak istiqomah, gak tau cara mengulang hafalan, gak tau cara mencari hafalan baru, susah, ribet, lama dan sebagainya diantara sebab semua ini adalah kurangnya metode yang tepat didalam menghafal Al-Qur’an.

Maka dikalangan pesantren Tahfizh banyak metode didalam menghafal Al-Qur’an diantaranya adalah metode yang ada di pondok Al-Fatah ini yaitu metode Tahfizh Al-Mahmudi dengan sistem 7 tahapan.

  • SABAQ
  • SABQI
  • MANZIL
  • MUKAMMAL
  • MAJLISAN 5 JUZ
  • KHATAM SUGRO
  • KHATAM KUBRO

Insya Allah dengan metode ini memudahkan para penghafal Al-Qur’an untuk mengkhatamkan al-qurannya dengan mudah. Amiin…..

Description

PENULIS: ABID MUHYIDIN

TEBAL:

PENERBIT: MAKTABATUNA