0 items in your shopping cart

No products in the cart.

BID’AHKAH TADARRUS AL-QUR’AN?

Moch. Faisal Razak

Tadarrus Al-Qur’an merupakan amalan malam setelah dilaksanakannya sholat Tarawih pada bulan suci Romadhon di seantero nusantara. Yaitu amalan membaca Al-Qur’an secara bergilir dalam sebuah kelompok, dan amalan ini sudah istiqomah diamalkan dari generasi terdahulu hingga sekarang.

Akan tetapi, saat ini muncul beberapa orang yang mencela amalan tersebut dengan dalih bahwasannya Baginda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam dan para shohabatnya tidak pernah mengamalkannya atau lebih kasarnya adalah amalan bid’ah.

مَنْ اَحْدَثَ فِيْ اَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ  (رواه مسلم )

Artinya: “Barangsiapa yang membuat perkara baru di dalam perkara kami ini (agama) yang tidak ada darinya maka  ia tertolak. (H.R Muslim no. 17)

Ini sangat mengusik kaum mislimin yang mengamalkannya. Maka para ulama’ silih berganti menolak pendapat ini. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘anhu, Baginda Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِيْ بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ تَعَالَى، يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةِ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةِ، وَحَفَّتْهُمُ المَلائَِكَةِ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ  (رواه أبو داوود)

Artinya: Dari Sayyidina Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘anhu dari Baginda Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak berkumpul satu kaum di satu rumah dari rumah-rumah Alloh (masjid-masjid), mereka saling membaca kitab Alloh dan saling mengajarkannya diantara mereka, kecuali Alloh akan menurunkan sakinah ke atas mereka, mencucuri rahmat ke atas mereka, para malaikat mengerumuni mereka dan Alloh membanggakan mereka di orang yang berada di sisi-Nya.(H.R Abu Dawud no. 1455)

Hadits tersebut menunjukkan anjuran yang kuat untuk berkumpul di masjid dalam rangka membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya. Di mana Alloh Subhanahu wata’ala sangat mencintai dan meridhoi amalan tersebut. Mengenai hadits tersebut, Imam Ibnu Daqiq Rohmatulloh ‘alaih beliau mengatakan:

هَذَا دَلِيْلٌ عَلَى فَضْلِ الإِجْتِمَاعِ عَلَى تِلاَوَةِ القُرَانِ فِي المَسَاجِدِ

Artinya: “Ini adalah dalil keutamaan berkumpul untuk membaca Al-Qur’an di masjid-masjid”

Imam Nawawi mengatakan dalam kitab “At-Tibyan”:

أَنَّ قِرَاءَةَ الجَمَاعَةِ مُجْتَمِعِيْنَ مُسْتَحَبَّةٌ بِالدَّلاَئِلِ الظَّاهِرَةِ وَأَفْعَالِ السَّلَفِ وَالخَلَفِ المُتَظَاهِرَةِ

Artinya: “Sesungguhnya membaca Al-Qur’an secara berkelompok adalah sunnah dengan dalil-dalil yang jelas, dan perbuatan-perbuatan ulama terdahulu dan ulama kontemporer yang jelas.

Apabila yang dipermasalahkan adalah tata cara membaca yaitu dengan cara saling meneruskan bacaan temannya, maka hal ini telah dibahas oleh Imam Nawawi Rohmatuuloh ‘alaih dalam kitab “At-Tibyan”:

وَهُوَ أَنْ يَجْتَمِعَ جَمَاعَةٌ يَقْرَأُ بَعْضُهُمْ عَشْرًا أَوْ جُزْءًا أَوْ غَيْرَ ذَلْكَ ثُمَّ يَسْكُتُ وَيَقْرَأُ الآخَر مِنْ حَيْثُ انْتَهَى الأَوَّل ثُمَّ يَقْرَأُ الآخَر وَهَذَا جَائِزٌ حَسَنٌ وَقَدْ سُئِلَ مَالِكٌ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ فَقَالَ لاَ بَأْسَ بِهِ

Artinya: Yaitu satu kelompok berkumpul, sebagian mereka membaca sepuluh ayat atau satu juz atau selain itu. Kemudian diam dan yang lain membaca melanjutkan dari akhir ayat yang orang pertama baca. Dan ini hukumnya boleh yang bagus. Dan sungguh Imam Malik Rohimahulloh ta’ala tekah ditanya mengenai cara itu, maka beliau mengatakan tidak apa-apa.

Mengenai Baginda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam pernah mengamalkan amalan tadarrus Al-Qur’an pada bulan Romadhon, maka ada hadits riwayat Sayyidina Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘anhu yang menceritakannya:

وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ  (رواه البخاري)

Artinya: “Dan malakat Jibril ‘Alaihissalam menemui Baginda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam di setiap malam pada bulan Romadhon, maka ia bertadarrus Al-Qur’an dengan Baginda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam.(HR. Bukhori no. 6)

KESIMPULAN

Tadarrus Al-Qur’an pada bulan romadhon adalah amalan para orang sholeh terdahulu. Amalan ini banyak sekali menghasilkan manfaat dalam membaca Al-Qur’an. Dalam sisi yang lain dapat memberi semangat kepada orang yang ia malas dalam membaca Al-Qur’an. Pada akhirnya ada harapan akan muncul generasi-generasi yang mencintai membaca dan menjaga Al-Qur’an.

Share this