MARHABAN YA ROMADHON, SEHAT IMAN, SEHAT BADAN
M. Faiq Akbar
Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang bulan Romadhon, bulan penuh ampunan, bulan yang dinanti-nanti oleh hampir seluruh kalangan. Baik tua, muda, anak kecil maupun yang sudah susah berjalan.
Selama bulan ramadhan, kita sebagai umat islam diperintah oleh Alloh untuk berpuasa. Menahan diri dari segala syahwat. Karena puasa secara bahasa adalah imsak (menahan). Dan menahan di sini bukan hanya menahan syahwat perut, melainkan juga syahwat farji (kemaluan).
Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Shiyam atau puasa ternyata adalah ritual yang sudah ada sejak dulu, bahkan dalam agama-agama lain. Seperti agama nasrani, dalam ajaran mereka juga mengenal puasa, yaitu menahan diri dari beberapa jenis makanan tertentu.
Nah, yang membedakan kita dengan puasa-puasa yang dianut oleh kepercayaan lain adalah tujuan dari puasa itu sendiri.
Di akhir ayat yang menerangkan tentang syariat puasa disebutkan, لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ.
Maka tujuan dari puasa adalah membentuk seseorang menjadi pribadi-pribadi yang bertakwa. Takwa adalah keadaan di mana seseorang menjadi semakin takut terhadap Alloh, menjauhi maksiat, juga takut terhadap siksa dan neraka-Nya.
Dan puasa adalah salah satu penangkal nafsu yang mengarahkan pada keburukan, sebagaimana sabda Nabi dalam kitab Shohih Bukhori,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)
Selama satu bulan penuh diri kita dilatih untuk menahan keinginan perut dan kemaluan. Di antara hikmahnya adalah karena dengan berpuasa dapat menghilangkan keburukan-keburukan yang ada pada diri seorang manusia.
Maka dalam ibadah puasalah, seorang manusia dapat lebih semangat beribadah, karena dengan mengurangi makan juga mengurangi unsur-unsur materi yang masuk pada tubuh, sehingga keinginan dan kecondongan untuk melakukan maksiat menjadi hilang.
Selain sehat iman, hikmah di dalam mengerjakan puasa untuk kesehatan begitu banyak. Hal itu diakui oleh seluruh ahli kesehatan seluruh dunia.
Bahkan apabila puasa dikerjakan secara benar, sesuai dengan yang diajarkan tuntunan syariat, dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.
Berikut berbagai manfaat bagi kesehatan saat menjalani ibadah puasa;
- Menurunkan Berat Badan
- Meningkatkan metabolisme tubuh
- Menjaga kesehatan jantung
- Meningkatkan fungsi kerja otak
- Mengontrol nafsu makan
- Mengaktifkan detoksifikasi
- Menjaga kesehatan kulit
Dan beberapa manfaat lainnya bagi tubuh.
Semoga ibadah puasa di tahun ini, menjadi ibadah puasa yang diterima oleh Alloh. Sehat secara jasmani juga secara ruhani.
*Marji’:
Al-Quran al-Karim
Tafsir as-Sya’rowi
Hasyiyah as-Showi ala Tafsir Jalalain
Artikel:
https://www.aljazeera.net/health/2018/5/1/%D9%85%D8%A7-%D9%81%D9%88%D8%A7%D8%A6%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%8A%D8%A7%D9%85
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/manfaat-puasa-bagi-kesehatan


