No products in the cart.
Rp25.000
Di antara ni’mat terbesar yang Alloh ta’ala karuniakan kepada kita saat
ini ialah “Shuhbatussholihin”. Berjumpa, bertatap muka, berkumpul, bertabar
ruk dan mendengarkan wejangan-wejangan dari Guru-guru mulya merupakan
sebuah ni’mat agung yang tiada tandingannya, apalagi di zaman akhir seperti saat
ini. Zaman semrawut yang antara haq dan bathil hampir-hampir saja tak dapat
lagi dibedakan. Namun, dengan anugrah dan kasih sayang-Nya, kita dengan se
gala kelemahan dan kekurangan telah dipertemukan dengan “Manusia-manusia
istimewa” . Tentu saja hal ini bagaikan mendapatkan ‘permata jernih’ di kubang
kotor nan gelap gulita.
Oleh karena itu, wejangan demi wejangan yang begitu berharga yang telah
disampaikan oleh beliau Rohimahulloh amatlah sayang dan rugi bila kita dengar
lantas kita lupakan begitu saja. Maka dengan segala kekurangan dan kelemahan,
kami beranikan diri untuk menulis dan mengumpulkan untaian-untaian berharga
tersebut dalam sebuah buku agar lebih mudah dibaca dan direnungi kembali, seh
ingga lebih mudah untuk mengamalkan serta menyampaikannya.
Tulisan ringkas ini kami tulis berdasarkan catatan-catatan yang kami deng
ar langsung -dengan segala kekurangan dan kelemahan pendengaran dan pema
haman kami tentunya- yang kemudian kami catat dalam kitab dan buku catatan
kami. Catatan ini meliputi ngaji Tafsir Jalalain 2011, ngaji sore; baik Tafsir maupun
Hadits, ngaji Hayatusshohabah dan bayan terakhir syukuran takhassus 2014.
Maka tentunya masih banyak lagi wejangan-wejangan yang belum tercatat
di buku ini, mengingat referensi yang begitu sedikit –sebagaimana yang telah dise
butkan di atas- di banding wejangan beliau yang begitu banyak di berbagai forum
dan kitab yang beliau kaji.
Dan perlu diketahui bahwa yang kami cantumkan dalam risalah ringkas ini
adalah “cuplikan atau penggalan” yang merupakan intisari –menurut kami- dari
wejangan beliau yang panjang. Apa yang kami tulis di sini pun sesuai dengan apa
yang kami dengar dengan tanpa merubah sepatah kata pun selain beberapa we
jangan yang memang menuntut sedikit adanya perubahan tanpa merubah sub
stansi dan kehendak Shohibul kalam. Sedangkan untuk sebagian kecil wejangan
beliau yang perlu penjelasan, maka kami tambahkan tanda kurung selepasnya.
Akhir kata, apabila buku sederhana ini bermanfaat dan ada pahalanya,
maka kami hadiahkan untuk Shohibul kalam; Syaikhuna wa Mursyiduna Romo
Kyai Uzairon Thoifur Abdillah wa Furu’ihi wa Ushulihi wa Masyaiyikhihi wa Tala
midzihi wa Ahbabihi. Amin…
PENULIS :MAS HASAN BIQI MUHAMMAD
TEBAL :110 HALAMAN
PENERBIT :MAKTABATUNA TEMBORO




