0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Stock Terbatas Kualitas Terjamin

RIHLAH ILA MADURAH

Rp20.000

Ketika mendengar nama “Madura”, sebagian (besar)
dari kita selalu berpikiran negatif. Mulai dari gelar
“Meksiko”, atau “blok M”, atau “pusat mafia”, atau
“Vrindapan”, atau “carok”, atau “wilayah jorok”, dan lain
sebagainya.
Padahal Madura tidaklah seburuk demikian. Bahkan,
jika benar-benar kita dalami, mulai dari sejarahnya, juga
mengenal tokoh-tokoh besarnya, maka kita akan
menemukan bahwa Madura merupakan wilayah yang
menyimpan banyak mutiara yang tersembunyi.
Banyak sekali pangeran-pangeran Madura yang berjasa
dalam penyebaran Islam, juga perjuangan melawan
penjajahan. Pangeran Trunojoyo salah satunya.
Dalam keilmuan Islam juga tidak kalah spesialnya.
Banyak sekali Ulama-Ulama hebat dengan karya-karyanya
yang istimewa lahir dari pulau garam ini. Apalagi dengan
lahirnya Nahdhatul Turats yang dikomandoi oleh Lora
Usman Hasan al-Akhyari, kita bisa semakin mengenal
betapa hebatnya ulama-ulama Madura. Bahkan sampai
hari ini, masih banyak ulama muda Madura yang sangat
produktif dalam menulis kitab, baik dalam bahasa
Indonesia maupun bahasa Arab.
Wisata alam di Madura pun juga sebenarnya banyak
yang mengangumkan. Sebut saja seperti pulau Gili
Genting, pulau Gili Iyang, Kangean, dan lainnya, yang
menyajikan pemandangan indah yang luar biasa.
Oleh karena itu, alhamdulillah dengan izin Allah, kami
bisa mengadakan rihlah atau perjalanan di pulau Madura
ini, walaupun sangat singkat, yaitu tiga hari saja. Akan
tetapi, kendati hanya tiga hari, kami sudah bisa merasakan
“sedikit” keistimewaan pulau ini.
Maka dengan segala keterbatasan, alfaqir ingin menulis
dan membukukan sedikit pengalaman kami selama berada
di Madura ini. Tentu saja apa yang kami kunjungi dan
ziarahi hanyalah “sedikit” dari yang seharusnya.
Mengingat kami hanya mengadakan rihlah selama tiga hari
saja. Namun sebagaimana maqalah“apa yang tidak bisa
digapai semua, maka janganlah ditinggal semua”, kami
tetap berusaha menulis pengalaman sederhana ini kepada
para pembaca.
Semoga apa yang kami tulis ini menjadi tulisan dan
bacaan yang bermanfaat. Juga kami mohon kepada Allah
agar memberikan kami kesempatan kedua untuk mengun
jungi pulau ini. Sebab rihlah pertama ini hanya menjumpai
tokoh-tokoh yang sudah wafat. Maka perlu rihlah kedua,
yang kami khususkan untuk menjumpai tokoh-tokoh
Madura yang masih hidup. Amin.

Category:

Description

PENULIS: MAS HASAN BIQI MUHAMMAD

TEBAL: 48 HALAMAN SOFT COVER

PENERBIT: MAKTABATUNA