No products in the cart.
Rp0
Sesungguhnya pembukuan, kodifikasi, dan penulisan keilmuan Islam adalah amaliah agung yang akan selalu kekal, dan perlu dikekalkan sampai hari qiyamat.
Sebab, manusia tanpa ilmu agama adalah tidak jauh berbeda dengan binatang, dan penulisan ilmu merupakan salah satu wasilah terbaik dalam menyampaikan ilmu kepada manusia.
Maka wajar, bahwa mayoritas Ulama berpendapat bahwa hukum membukukan ilmu adalah fardhu kifayah. Wajib ada dalam setiap generasi dan daerah, beberapa Ulama yang meluangkan waktunya untuk menulis serta membukukan keilmuan guna menghidupkan keilmuan Islam.
Dan agar pembukuan dan penulisan ilmu ini berjalan dengan baik, dan bermanfaat, tentu bagi siapa saja yang ingin berkhidmah melalui menulis, untuk memperhatikan bagaimana adab dan syarat dalam menulis.
Atas pentingnya hal ini, banyak Ulama yang telah menulis tentang tema bagaimana adab, syarat, dan apa saja yang berkaitan dengan dunia tulis-menulis.
Sebenarnya, buku ringkas yang kami tulis ini bukanlah semata-mata bertujuan untuk mengumpulkan adab, syarat, dan apa saja yang berkaitan dengan tashnif secara lengkap. Sebab, apa yang ada di tangan para pembaca hanyalah sebuah catatan dan rangkuman, yang kami buat untuk acara seminar di beberapa tempat.
Maka jika pembaca menganggap bahwa buku ini tidak begitu detail dan lengkap, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Memang begitu adanya. Buku tipis ini memang hanya mengumpulkan poin-poin penting dari beberapa kitab yang kami baca, di antaranya yang paling banyak adalah kami ambil dari kitab al-Zahru al-Lathif fi Masalik al-Ta’lif karya Syaikh Qasim bin Ahmad al-Qaisi al-Hanafi (w. 1375 H), lalu kitab Abjad al-Ulum karya Syaikh Abu al-Thayib Muhammad Shiddiq Khan al-Bukhari, juga kitab Ta’rif al-Muhaqqiqin karya Ustadz Ashif Jailani al-Indunisi.
Oleh karenanya, jika ingin membaca lebih lengkap dan detail, silahkan merujuk kepada kitab-kitab tersebut.
Akhir kata, semoga sedikit yang kami tulis di sini menjadi sesuatu yang bermanfaat, khususnya bagi para pelajar yang ingin berkhidmah dalam dunia kepenulisan Islam.
PENULIS: MAS HASAN BIQI MUHAMMAD
TEBAL: 38 HALAMAN
PENERBIT: MAKTABATUNA




